Model Pembelajaran STAD

Pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan seseorang, karena melalui pendidikan seseorang memperoleh pengetahuan, pemahaman, cara bertingkah laku dan peradaban manusia pada masa yang akan datang.

Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang bergantung pada kualitas pendidikan. Pendidikan yang baik pada dasarnya pendidikan yang menghasilkan seseorang yang tinggi kemampuannya untuk belajar (learning to learn), untuk memecahkan masalah (learning to solve problem), dan untuk hidup (learning to be)
Untuk mencapai pendidikan yang baik diperlukan sebuah kurikulum yang afektif dan efisien. Guru memegang peran penting dalam pelaksanaan kurikulum maka guru pulalah yang menciptakan kegiatan belajar mengajar bagi murid-muridnya.

Guru dituntut harus mampu menciptakan situasi belajar yang aktif, menggairahkan, penuh kesungguhan, mampu mendorong kreativitas anak dan dapat membentuk kepribadian atau akhlak anak untuk memiliki rasa peduli terhadap orang lain dan juga rasa tanggung jawab.

Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan adalah lemahnya proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan sumber belajar dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Hal yang menjadi masalah adalah bagaimana proses komunikasi itu berjalan dengan efektif agar pesan yang ingin di sampaikan dapat diterima secara tuntas. Oleh karena itu, guru sebagai pendidik dituntut untuk mempunyai kemampuan dalam komunikasi dan berinteraksi dengan siswa sehingga memudahkan siswa untuk menangkap pesan yang disampaikan oleh guru.

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD)

Pembelajaran kooperatif STAD (Student Team Achievement Division) dikembangkan oleh Robert Slavin dkk. Di Universitas John Hopkin dan merupakan tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana yang menekankan pada aktivitas dan interaksi antara siswa dengan siswa untuk saling memotivasi dan membantu dalam memahami suatu materi pelajaran.

Pada saat ini, banyak konsep pembelajaran tengah dikembangkan, yang tentunya diharapkan dapat membawa manusia ke arah yang lebih baik. Salah satu model pembelajaran kooperatif adalah Student Teams Achievement Division (STAD). 

Menurut Slavin (Rusman, 2012:213), model STAD (Student Team Achievement Division) merupakan variasi pembelajaran kooperatif yang paling banyak diteliti. Model ini juga sangat mudah diadaptasi, telah digunakan dalam Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Teknik, dan banyak subjek lainnya, dan pada tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

Model pembelajaran ini dianggap jenis pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif.

Menurut Slavin (Dian: 2011) pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) memiliki 5 komponen utama, yaitu: 
  1. Bahan pembelajaran di sajikan oleh guru baik secara langsung ataupun melalui media pembelajaran 
  2. Anggota kelompok terdiri dari 4-5 orang yang heterogen dari segi penampilan akademik, kelamin dan etnis. 
  3. Dilakukan tes individu setelah beberapa kali siswa mengerjakan latihan 
  4. Dilakukan penilaian terhadap nilai kemajuan individu 
  5. Diberikan pengakuan terhadap tim berdasarkan kemajuan anggota kelompok

Cooperative learning STAD merupakan salah satu model pembelajaran yang telah digunakan dalam berbagai mata pelajaran seperti matematika, bahasa, seni, sampai IPS dan Pendidikan Agama Islam. 

Model pembelajaran ini pada tataran implementasinya menggunakan pembauran kemampuan empat anggota kelompok yang berbeda, yakni pembelajaran interaksi normatif, dilakukan dengan sadar dan bertujuan, dan menjadi pedoman ke arah mana tujuan pendidikan akan diarahkan. 

Langkah-langkah model pembelajaran STAD, yaitu: 
  1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dan lain-lain), 
  2. Guru menyajikan pelajaran, 
  3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggotaanggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti, 
  4. Guru memberi kuis atau pertanyaan kepada seluruh peserta didik, 
  5. Memberi evaluasi, dan 
  6. Kesimpulan.

Model pembelajaran STAD, peserta didik diberi kesempatan untuk berkomunikasi dan berinteraksi sosial dengan temannya untuk mencapai tujuan pembelajaran, sementara guru bertindak sebagai motivator dan fasilitator peserta didik
LihatTutupKomentar